SenJa yang berwarna peLangi
ini hanya sebuah cerita...............
20090528
mendadak...
Banyak bajingan berkeliaran.
Dan mereka mengelilingiku.
Entah apa dipikiran mereka.
Dan kini mereka mulai menyentuhku…
Mendadak aku pun kini menjadi bajingan..
suatu kala...
Dimana suatu kala, aku mempunyai musuh. Musuh yang menantang.
Dimana suatu kala, aku mempunyai pacar. Pacar yang menjemukan.
Dimana suatu kala, aku mempunyai sebuah keanehan terhadap teman, sahabat dan pacar.
Ya,penghianatan…………………..
20090401
ANGIN
Ya, takut…
Hingga pada suatu ketika itu,
Aku ingin buang angin.
Dimana?
Kanan ada angin badai.
Kiri ada angin turutan.
Belakang ada angin puting beliung.
Depan ada angin puyuh.
aHa!!!
Aku akan naik kereta angin sambil berangin – angin dan keanginan.
Sembari mencari dimana angkara tuk membuang angin itu.
Ahh, segarnya ada yang mengangini..
Uwh,ada kabar angin menghentikanku!
Ada apa ini?!!!
“Nyonya,angkara telah menghilang” ujar si kabar angin.
“Apa?! Bagaimana bisa?!!! Lalu bagaimana aku..” rengek-ku.
“Sudahlah,nyonya… Terima saja nasibmu itu! Hahaha..” ejek si kabar angin.
“Tidak!!!” hentak-ku.
Terus ku cari angkara dengan kereta anginku.
Telah ku lalui banyak mata angin.
Utara, Timur, Selatan, Barat.
“Oh,tuhan!!!”
“Apa kamu murka??!!!”
“Dimana kepedulianMu??”
“Apa aku banyak makan angin?!!”
“Tidak,tuhan!!!”
“Tuhan,jangan biarkan aku masuk angin…” tangis-ku.
Hingga pada akhirnya,mau tak mau aku harus mempertahankan angin itu di dalam perutku. Merasakan gelembung angin yang perlahan merambat melalui usus, lambung, tenggorokan dan kemudian bersendawalah aku.
Sungguh tidak nikmat ini,Tuhanku…
Tapi terimakasih,Tuhan..
Aku tidak jadi masuk angin..
20090323
mulut... mulut.. oh,mulut...
ini
ini
ini
ini
ini
ini
ini
itu
itu
itu
itu
itu
itu
itu
itu
20090311
Feminisme Kegemukan

Feminisme kegemukan
Sumber dari Wikipedia bahasa Indonesia
Feminisme kegemukan atau feminisme positif kegemukan merupakan salah satu bentuk feminisme yang memperdebatkan bahwa wanita yang gemuk sering menerima diskriminasi baik secara ekonomi, pendidikan, dan sosial akibat bentuk tubuh mereka. Oleh karena itu, mereka menyerukan agar semua wanita diperlakukan sama tanpa melihat perbedaan berat badan. Feminisme kegemukan bermula pada masa feminisme gelombang kedua, dan tidak mencapai arus utama sampai baru-baru ini. Meski kerap kali dihubungkan dengan gerakan untuk menerima kegemukan, para feminis penganut paham ini memfokuskan diri pada perempuan yang kerap mengalami diskriminasi akibat ukuran tubuh mereka.
Hmmm...
Saya pribadi sudah pernah mengalami beberapa diskriminasi yang ditimbulkan dalam faham FEMINISME KEGEMUKAN ini. Saya tidak perlu malu dan munafik untuk mengakui bahwa saya memang memiliki badan yang GEMUK. Dan fakta yang terjadi memang sedikit cukup membuat saya marah.
Saat saya masih SMP,saya berangkat dan pulang sekolah menggunakan bus umum. Suatu hari saya disuruh membayar 2 kursi. Itu gara - gara badan saya yang gemuk,kata KERNET bus umum tersebut. Lalu saya bayar 2 kursi. Saat itu saya masih terlalu takut untuk melawan diskriminasi yang disuguhkan kernet bus itu. Sesampai dirumah,saya marah - marah terhadap diri sendiri. Mangapa saya memiliki tubuh seperti ini?!!! Tapi kemudian saya berfikir. Biarlah kernet bus itu seperti itu. Saya masih mampu membayar 2 kursi! BAhkan 100 kursi.
Yang paling parah adalah saat lulus SMA menuju perguruan tinggi. Saya mendaftar dan mengikuti tes masuk sebuah perguruan tinggi terkenal di Indonesia yang bertempat di Yogyakarta. Saya kecewa dengan fasilitas yang diberikan pada saat tes berlangsung. Kursi ujian yang saya duduki terlalu sempit. Itu dikarenakan ada batas/sekat di sebelah kanan dan kiri paha saya. Hal itu mengurangi kenyamanan dalam mengerjakan soal dalam tes. Tapi tetap saja saya terima keadaan dengan lapang dada, sabar dan senyuman. Dan TERIMAKASIH TUHAN, saya LOLOS TES!!!
Selang 1 tahun berlalu,saya mengikuti tes masuk di Perguruan Tinggi itu lagi. Dengan harapan bisa mendapat fakultas dan jurusan yang saya inginkan lagi. Kali ini semua PARAH!!! Memang, hal itu terjadi lagi. Tapi lebih parah!!! Parahnya, saya mendapatkan medan yang sangat sangat terjal! Sudah tempat dudukku sempit, medan licin yang mempunyai kemiringan hingga 35derajat. Dan tidak ada sekat dibelakang kursi saya. Itu bisa mencelakakan beberapa orang di belakang saya. Akhirnya saya minta bantuan orang yang ada dibelakang saya untuk menahan kursi saya dengan kakinya. Itupun saya tetap menerima tawa remeh dari orang itu... aaarrrrggghhhh!!!! Sungguh sangat membuat saya tidak nyaman!!! Mengapa pada saat pendaftaran tidak dipertanyakan berat badan??!!! Dimana HAK saya untuk mendapatkan kenyamanan. Apa kegunaan uang pendaftaran senilai Rp100.000 itu?!! Setelah selesai mengerjakan soal tes. Saya langsung mengadukan hal itu kepada salah satu penjaga. Dan hasilnya, ibu penjaga itu malah acuh dan melontarkan satu kalimat hinaan. "Makanya,mbak.. Badannya mbok ya dikurusin." kata ibu penjaga. FUCK!!! TAI BABI!!! Langsung saya tinggal ibu penjaga itu tanpa meninggalkan satu patah katapun.
Sebenarnya masih banyak hal lain yang berhubungan dengan feminisme kegemukan. Yang saya alami tentunya. Beberapa hal tersebut membuat saya semakin kuat. Semakin kuat untuk terus bertahan hidup. TUHAN masih sayang saya... Itu sebuah cobaan yang secara tidak langsung memberikan pelajaran untuk hidup saya. Bahwa semua ini terjadi dikarenakan EFEK MEDIA.
Mengapa saya menyalahkan hal tersebut?? Media banyak mendiskriminasikan wanita yang memiliki badan gemuk. Iklan meracuni masyarakat dengan tampilan CANTIK ADALAH WANITA YANG LANGSING SINGSET. Itu membuat beberapa pandangan masyarakat menjadi sempit. Banyak pelecehan sosial terjadi akibat cara pandang tersebut.
Yah,seperti itu adanya... Seperti itu sekarang...
AKANKAH ADA PERUBAHAN???